Page 178 - Buku Ajar BAHASA INGGRIS
P. 178
depan siswa mereka dengan baik (Muthmainnah & Marsigit, 2018).
Waktu kerja atau masa kerja, tingkat pengetahuan dan keterampilan
yang dimiliki dan tingkat penguasaan pekerjaan semuanya
digunakan sebagai ukuran pengalaman mengajar (Foster, 2001).
Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa pengalaman mengajar
guru di kelas memiliki efek positif dan signifikan pada tingkat
profesionalisme mereka di SMK State 3 Palu (Rahmawati et al., 2015).
Kemampuan untuk merencanakan dan menerapkan
pembelajaran, untuk mengevaluasi hasil belajar, untuk membimbing
dan melatih siswa, dan untuk melakukan tugas-tugas lain yang
intrinsik untuk pelaksanaan tugas dasar, adalah yang keempat
(Depdiknas c.2009:6). Kelima, penilaian atasan dan pengawas. Kepala
sekolah sebagai atasan mempunyai wewenang untuk memberikan
penilaian terhadap kinerja guru-guru di sekolahnya. Penilaian
kinerja akan mempergunakan bentuk penilaian yang berbeda-beda,
seperti untuk penilaian tugas guru dalam mengajar, disarankan untuk
mempergunakan instrumen penilaian atasan melalui observasi kelas
termasuk penilaian tugas guru dalam melatih dan mengarahkan
(Sadtyadi & Kartowagiran, 2014). Studi sebelumnya menemukan
bahwa kepuasan pekerjaan mempengaruhi kinerja guru rata-rata
80.3%, dengan 19,7% yang tersisa dikaitkan dengan faktor-faktor
seperti motivasi dan locus of control yang tidak diselidiki di sini dalam
penelitian ini (Tanjung et al., 2020).
Keenam, pertumbuhan profesional di kelas berkorelasi
dengan peningkatan kesuksesan akademik bagi pendidik yang
mempertahankan sertifikasi aktif. Guru membuat banyak upaya
untuk meningkatkan diri secara akademis untuk berpartisipasi
dalam kompetisi penulisan ilmiah, untuk mempersiapkan tulisan
ilmiah untuk kompetisi masa depan, untuk mengambil kursus bahasa
Inggris dengan biaya sekolah atau tanpa membayar sendiri, untuk
dipercayakan sebagai tutor, untuk membimbing siswa PPL, dan
untuk memandu siswa untuk menghadiri kompetisi atau olimpiade
BAB 11 217

